Sabtu, 02 November 2013

Kelas Internasional Politeknik Negeri Jakarta


                Sebagai salah satu politeknik ternama di Indonesia PNJ (Politeknik negeri Jakarta) mempunyai visi yaitu “Menjadi Politeknik Unggul Berkelas Dunia Pada Tahun 2029”.
                        Tidak heran, jika sekarang mulai banyak berdiri kelas-kelas internasional di Politeknik Negeri Jakarta itu sendiri. Salah satunya adalah kelas internasional yang berada di gedung teknik grafika dan penerbitan (TGP).
             “Yang pertama kali berinisiatif mendirikan program tersebut ialah Ibu Yogi Widyawati, sebagai ketua Kantor Urusan Internasional, yang dibantu oleh Pak Amir sebagai sekretaris dan Pak Zulkarnaen sebagai administrasi. Beliau yang mengajukan PNJ untuk mengikuti program tersebut kepada Dikti”, Ujar sekertaris pudir IV Politeknik Negeri Jakarta, Siska di Gedung direktorat PNJ.
                “Kelas internasional ini sudah ada sejak awal tahun 2012”, kata salah satu dosen bahasa indonesia di kelas internasional, Drs. Amirudin,M.M di kampus PNJ, Juma’t (1/11).
                Lebih lanjut, Drs. Amirudin,M.M mengatakan bahwa kelas internasional ini ada hubungannya dengan visi misi PNJ. “iya tentulah kelas internasional ada hubungannya dengan visi misi PNJ. karena ini merupakan cikal bakal berstandar internasional. Berhubungan visi dan misi PNJ berorientasi internasional maka diadakan lah kelas internasional ini”, katanya.
                “Sejauh ini, kelas internasional di PNJ telah mampu menampung kurang lebih 20 pelajar asing per tahunnya. Para pelajar asing yang datang ke PNJ ini mempelajari bahasa Indonesia selama setahun, kemudian kembali lagi ke negara asalnya. Selama belajar di Indonesia mereka mendapatkan beasiswa dari pemerintah Indonesia sebesar 2 juta rupiah/ per bulan dan bebas uang semester”, jelas Drs. Amirudin,M.M.

Tujuan dari diadakannya program kelas Internasional ini
                “Agar membawa nama baik PNJ, semua kembali pada visi dan misi. Program ini terlaksana dengan tujuan  agar selepas mahasiswa Internasional kembali dari sini mereka akan mengenal seperti apa kehidupan di PNJ, dan ini akan menjadi jembatan bagi kampus untuk Go Internasional”, jelas sekertaris pudir IV Politeknik Negeri Jakarta, Siska.
                “Selain itu karena kita punya visi dan misi yang di tahun 2029 nanti kita menjadi kelas internasional, "world class" kita juga sudah mengirim beberapa pimpinan kita keluar negeri, pada tahun ini kita ke Myanmar. Pada tahun lalu ke Kamboja. Terus kita juga pernah ke Vietnam”, tambah pudir I politeknik negeri Jakarta.
Progam yang digunakan pada kelas internasional
                “Saat ini untuk  Darmasiswa ada program beasiswa 6 bulan dan 1 tahun . Sebelumnya   juga pada tahun 2012 kami pernah bekerja sama dengan MPIC yang melibatkan 25 siswa dari Kamboja. Mereka ditempatkan di jurusan Teknik Mesin dan Elektro untuk mengikuti program studi tersebut. Jadi PNJ sudah mengajar mahasiswa Internasional sekitar 3 periode.”, jelas sekertaris pudir IV Politeknik Negeri Jakarta, Siska.
Manfaat dari diadakannya program kelas internasional
                “Dengan diadakannya kelas internasional ini kita bisa saling mempelajari kebudayaan antar negara dan bisa saling berteraksi atau berkomunikasi”, jelas Drs. Amirudin ,M.M selaku dosen bahasa Indonesia di kelas internasional.
                Selain itu dengan adanya kelas internasional dapat membawa pengaruh positif untuk para mahasiswa non-internasional. “Nilai positifnya bagi mahasiswa PNJ non-Internasional adalah pengkoreksian bahasa Inggris mereka. Selain itu mereka juga mendapatkan referensi untuk meneruskan pendidikan ke jenjang S1, karena orang asing yang belajar bahasa Indonesia di sini  bukan berarti mereka belum kuliah, ada di antaranya yang sudah lulus S1.”, kata Siska selaku sekertaris pudir IV Politeknik Negeri Jakarta.
                Menurut Mana Nishino, salah satu pelajar asing asal jepang ini, menjelaskan bahwa keuntungan yang ia dapat dalam kelas internasional ini adalah mendapat banyak teman kuliah tidak hanya didalam PNJ tapi diluar PNJ pun juga, selain itu ia juga mendapat banyak kosa kata dari dosen dan dapat berbicara bahasa Indonesia.
                Pelajar asing yang berumur 20 tahun ini, selain belajar di kampus PNJ, ia juga mengikuti berbagai kegiatan sosial di sekitar lingkungan. Salah satunya adalah, ia turut mengajar bahasa jepang di sekolah-sekolah di sekitar tempat ia tinggal.

Kendala-kendala dalam pelaksanaan kelas internasional
                Menurut salah satu dosen di kelas internasional PNJ, Drs. Amirudin,M.M, kendala utama dalam pelaksanaan kelas internasional ini adalah sarana atau fasilitas masih belum memadai untuk kelas internasional dan dosennya kurang.
                Dan menurut salah satu pelajar asing , Mana Nishino,  kendalanya adalah buku. Ia mengalami kesulitan dalam memahami buku bahasa Indonesia.
                “Kendala nya sih teknis saja, contohnya pada saat mahasiswanya disana. Dia belum terbiasa dengan lingkungan disana”, jelas pudir I Politeknik Negeri Jakarta.

Fasilitas-fasilitas di kelas internasional
                Selain fasilitas beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Indonesia untuk kelas internasional ini, adapun fasilitas lainnya yang dapat ditemui dikelas internasional.
“Kita menyediakan beberapa komputer dan kita juga mempunyai kurikulum yang up to date”, jelas pudir I Politeknik Negeri Jakarta.

Tanggapan bagi mahasiswa non-internasional terhadap kelas internasional
                “Oh, menurut saya sih suatu perkembangan yang positif karena TGP sendiri juga jurusan baru, yang saya tahu 2 tahun kebelakang ada kelas internasional nya juga dijurusan lain. Tapi yang di TGP ini perkembangannya sangat positif”, jelas Syamsi salah satu mahasiswa semester 5 teknik grafika dan penerbitan (TGP).
“Ya dengan keberadaan mereka dan kelas internasional ini, kita bisa bergaul dengan mereka walau pun kendala yang kita hadapi dengan mereka itu bahasa. Tapi dengan itu kita bisa saling belajar satu sama lain”, jelas Syamsi.
                Ketika ditanya mengenai harapannya terhadap kelas internasional, syamsi pun menjawab,harapannya untuk saat ini semoga kelas internasional tetap ada di PNJ khususnya yang belajar digedung TGP dan kalau bisa mahasiswa dari luarnya makin banyak lagi. Itu aja sih”, katanya.

Harapan untuk kelas internasional ini kedepannya
                “Untuk kedepannya, saya harap kelas internasional punya gedung sendiri, mahasiswanya lebih banyak, dosennya lebih banyak, anggarannya juga lebih banyak”, kata Drs. Amirudin,M.M selaku dosen di kelas internasional.
                Dan bagi sekrektaris pudir IV, Siska, yang mengurusi bidang akademik, harapannya ialah agar pengelolaan program ini jauh lebih baik dan dapat terhandel, karena sekarang masalahnya adalah minimnya  tenaga pengelolaan. Harapan ke depannya ingin lebih banyak lagi yang berkontribusi dalam pelaksanaan program ini.
                Pudir I Politeknik Negeri Jakarta pun menjelaskan harapannya mengenai kelas internasional ini, “Ya tentunya saya berharap semua jurusan mempunya kelas internasional. Karena dengan banyaknya penduduk kita ini, kita sudah harus bisa kemana-mana”,jelasnya.





    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar