Sebagai
salah satu politeknik ternama di Indonesia PNJ (Politeknik negeri Jakarta)
mempunyai visi yaitu “Menjadi Politeknik Unggul Berkelas Dunia Pada
Tahun 2029”.
Tidak heran, jika sekarang mulai banyak berdiri kelas-kelas internasional
di Politeknik Negeri Jakarta itu sendiri. Salah satunya adalah kelas
internasional yang berada di gedung teknik grafika dan penerbitan (TGP).
“Yang
pertama kali berinisiatif mendirikan program tersebut ialah Ibu Yogi Widyawati,
sebagai ketua Kantor Urusan Internasional, yang dibantu oleh Pak Amir sebagai
sekretaris dan Pak Zulkarnaen sebagai administrasi. Beliau yang mengajukan PNJ
untuk mengikuti program tersebut kepada Dikti”, Ujar sekertaris pudir IV
Politeknik Negeri Jakarta, Siska di Gedung direktorat PNJ.
“Kelas internasional ini sudah
ada sejak awal tahun 2012”, kata salah satu dosen bahasa indonesia di kelas
internasional, Drs. Amirudin,M.M di kampus PNJ, Juma’t (1/11).
Lebih lanjut, Drs. Amirudin,M.M
mengatakan bahwa kelas internasional ini ada hubungannya dengan visi misi PNJ.
“iya tentulah kelas internasional ada hubungannya dengan visi
misi PNJ. karena ini merupakan cikal bakal berstandar internasional. Berhubungan
visi dan misi PNJ berorientasi internasional maka diadakan lah kelas
internasional ini”, katanya.
“Sejauh
ini, kelas internasional di PNJ telah mampu menampung kurang lebih 20 pelajar
asing per tahunnya. Para pelajar asing yang datang ke PNJ ini mempelajari
bahasa Indonesia selama setahun, kemudian kembali lagi ke negara asalnya.
Selama belajar di Indonesia mereka mendapatkan beasiswa dari pemerintah
Indonesia sebesar 2 juta rupiah/ per bulan dan bebas uang semester”, jelas Drs.
Amirudin,M.M.
Tujuan dari diadakannya program kelas Internasional ini
“Agar
membawa nama baik PNJ, semua kembali pada visi dan misi. Program ini terlaksana
dengan tujuan agar selepas mahasiswa
Internasional kembali dari sini mereka akan mengenal seperti apa kehidupan di
PNJ, dan ini akan menjadi jembatan bagi kampus untuk Go Internasional”, jelas sekertaris
pudir IV Politeknik Negeri Jakarta, Siska.
“Selain
itu karena kita punya visi dan misi yang di tahun 2029 nanti kita
menjadi kelas internasional, "world class" kita juga sudah mengirim
beberapa pimpinan kita keluar negeri, pada tahun ini kita ke Myanmar. Pada
tahun lalu ke Kamboja. Terus kita juga pernah ke Vietnam”, tambah pudir I
politeknik negeri Jakarta.
Progam yang digunakan
pada kelas internasional
“Saat
ini untuk Darmasiswa ada program
beasiswa 6 bulan dan 1 tahun . Sebelumnya juga pada tahun 2012 kami pernah bekerja sama
dengan MPIC yang melibatkan 25 siswa dari Kamboja. Mereka ditempatkan di
jurusan Teknik Mesin dan Elektro untuk mengikuti program studi tersebut. Jadi
PNJ sudah mengajar mahasiswa Internasional sekitar 3 periode.”, jelas sekertaris
pudir IV Politeknik Negeri Jakarta, Siska.
Manfaat dari diadakannya program kelas internasional
“Dengan
diadakannya kelas internasional ini kita bisa saling mempelajari kebudayaan
antar negara dan bisa saling berteraksi atau berkomunikasi”, jelas Drs. Amirudin
,M.M selaku dosen bahasa Indonesia di kelas internasional.
Selain itu
dengan adanya kelas internasional dapat membawa pengaruh positif untuk para
mahasiswa non-internasional. “Nilai positifnya bagi mahasiswa PNJ
non-Internasional adalah pengkoreksian bahasa Inggris mereka. Selain itu mereka
juga mendapatkan referensi untuk meneruskan pendidikan ke jenjang S1, karena
orang asing yang belajar bahasa Indonesia di sini bukan berarti mereka belum kuliah, ada di
antaranya yang sudah lulus S1.”, kata Siska selaku sekertaris pudir IV
Politeknik Negeri Jakarta.
Menurut
Mana Nishino, salah satu pelajar asing asal jepang ini, menjelaskan bahwa
keuntungan yang ia dapat dalam kelas internasional ini adalah mendapat banyak teman
kuliah tidak hanya didalam PNJ tapi diluar PNJ pun juga, selain itu ia juga mendapat banyak kosa kata dari dosen dan
dapat berbicara bahasa Indonesia.
Pelajar
asing yang berumur 20 tahun ini, selain belajar di kampus PNJ, ia juga mengikuti
berbagai kegiatan sosial di sekitar lingkungan. Salah satunya adalah, ia turut
mengajar bahasa jepang di sekolah-sekolah di sekitar tempat ia tinggal.
Kendala-kendala
dalam pelaksanaan kelas internasional
Menurut
salah satu dosen di kelas internasional PNJ, Drs. Amirudin,M.M, kendala utama
dalam pelaksanaan kelas internasional ini adalah sarana atau fasilitas
masih belum memadai untuk kelas internasional dan dosennya kurang.
Dan menurut
salah satu pelajar asing , Mana Nishino,
kendalanya adalah buku. Ia mengalami kesulitan dalam memahami buku
bahasa Indonesia.
“Kendala
nya sih teknis saja, contohnya pada saat mahasiswanya disana. Dia belum
terbiasa dengan lingkungan disana”, jelas pudir I Politeknik Negeri Jakarta.
Fasilitas-fasilitas di kelas internasional
Selain fasilitas
beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Indonesia untuk kelas internasional ini,
adapun fasilitas lainnya yang dapat ditemui dikelas internasional.
“Kita menyediakan beberapa
komputer dan kita juga mempunyai kurikulum yang up to date”, jelas pudir I
Politeknik Negeri Jakarta.
Tanggapan bagi
mahasiswa non-internasional terhadap kelas internasional
“Oh,
menurut saya sih suatu perkembangan yang positif karena TGP sendiri juga
jurusan baru, yang saya tahu 2 tahun kebelakang ada kelas internasional nya
juga dijurusan lain. Tapi yang di TGP ini perkembangannya sangat positif”,
jelas Syamsi salah satu mahasiswa semester 5 teknik grafika dan penerbitan
(TGP).
“Ya dengan keberadaan mereka dan
kelas internasional ini, kita bisa bergaul dengan mereka walau pun kendala yang
kita hadapi dengan mereka itu bahasa. Tapi dengan itu kita bisa saling belajar
satu sama lain”, jelas Syamsi.
Ketika
ditanya mengenai harapannya terhadap kelas internasional, syamsi pun menjawab, “harapannya untuk saat ini
semoga kelas internasional tetap ada di PNJ khususnya yang belajar digedung TGP
dan kalau bisa mahasiswa dari luarnya makin banyak lagi. Itu aja sih”, katanya.
Harapan untuk kelas
internasional ini kedepannya
“Untuk
kedepannya, saya harap kelas internasional punya gedung sendiri, mahasiswanya
lebih banyak, dosennya lebih banyak, anggarannya juga lebih banyak”, kata Drs. Amirudin,M.M selaku dosen
di kelas internasional.
Dan bagi
sekrektaris pudir IV, Siska, yang mengurusi bidang akademik, harapannya ialah agar
pengelolaan program ini jauh lebih baik dan dapat terhandel, karena sekarang
masalahnya adalah minimnya tenaga
pengelolaan. Harapan ke depannya ingin lebih banyak lagi yang berkontribusi
dalam pelaksanaan program ini.
Pudir I Politeknik Negeri
Jakarta pun menjelaskan harapannya mengenai kelas internasional ini, “Ya
tentunya saya berharap semua jurusan mempunya kelas internasional. Karena
dengan banyaknya penduduk kita ini, kita sudah harus bisa kemana-mana”,jelasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar